Biologi Reproduksi Cacing Kacang (Antillesoma antillarum) di Perairan Toronipa Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara

Main Article Content

Irma
Bahtiar
Salwiyah

Abstract

Abstrak


Cacing kacang (Antillesoma antillarum) adalah cacing laut tak bersegmen yang termasuk dalam filum invertebrata yaitu Sipuncula. Penangkapan berlebihan terhadap cacing kacang dapat mengganggu reproduksi cacing kacang di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek biologi reproduksi cacing kacang meliputi; nisbah kelamin, Tingkat Kematangan Gonad (TKG), Indeks Kematangan Gonad (IKG), fekunditas, dan ukuran pertama kali matang gonad. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan dari bulan Mei-Juli 2024. Lokasi penelitian terletak di Pantai Toronipa Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square, regresi sederhana, dan plotting non linear 50% kematangan gonad (Lmaturity). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nisbah kelamin cacing kacang di Pantai Toronipa dalam keadaan tidak seimbang. Cacing kacang memijah sepanjang tahun dan terjadi di bulan Mei sebagai musim pemijahan ditandai dengan tingginya persentase nilai TKG IV dan IKG. Fekunditas cacing kacang tertinggi sebesar 5663 butir pada ukuran 8,5 cm dan terendah sebesar 502 butir pada ukuran 7,2 cm. Ukuran pertama kali matang gonad cacing kacang jantan dan betina sebesar 6,8-7,2 cm 7-7,4 cm.


Abstract


Peanut worms (Antillesoma antillarum) are unsegmented marine worms belonging to the invertebrate phylum Sipuncula. Overfishing of peanut worms can disrupt the reproduction of peanut worms in nature. This study aims to determine the biological aspects of peanut worm reproduction including; sex ratio, Gonad Maturity Level (TKG), Gonad Maturity Index (IKG), fecundity, and size of first gonad maturity. This study was conducted for 3 months from May-July 2024. The research location is located at Toronipa Beach, Soropia District, Konawe Regency, Southeast Sulawesi Province. Data were analyzed using the Chi-Square test, simple regression, and non-linear plotting of 50% gonad maturity (Lmaturity). The results showed that the sex ratio of peanut worms at Toronipa Beach was unbalanced. Peanut worms spawn throughout the year and occur in May as the spawning season marked by a high percentage of TKG IV and IKG values. The highest fecundity of bean worms was 5663 grains at a size of 8.5 cm and the lowest was 502 grains at a size of 7.2 cm. The first mature size of male and female bean worm gonads was 6.8-7.2 cm and 7-7.4 cm.

Article Details

How to Cite
Irma, Bahtiar, & Salwiyah. (2025). Biologi Reproduksi Cacing Kacang (Antillesoma antillarum) di Perairan Toronipa Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara. Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan, 2(1), 33–44. Retrieved from https://jmsp.uho.ac.id/index.php/jmsp/article/view/42
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)